Feeds:
Posts
Comments

قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Maryam berkata, “Ya Tuhan-ku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka hanya cukup Allah berkata kepadanya, ‘Jadilah’, lalu jadilah dia. Ali Imran 3.47

Kelahiran Isa tidak bergantung pada proses prokreasi manusia seperti pada umumnya, tetapi  melalui sebuah perintah dari Allah. Maryam mengandung tanpa adanya hubungan intim dengan seorang pria. Sangatlah mungkin karena alasan ini, nama ‘putra Maryam’ diberikan kepada Isa oleh Allah pada saat pemberitaan pada Maryam [Al-Imran 3.45]. Allah telah menetapkan supaya Isa harus dikenal sebagai ‘putra Maryam’ bahkan sebelum dia berada dalam kandungan. Itulah mengapa dari 25 kali nama ‘Isa’ muncul dalam Quran, deskripsi ‘putra Maryam’ lekat padanya sebanyak 22 kali. Continue Reading »

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika malaikat berkata, “Hai  Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari-Nya, namanya al-Masih ‘Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Ali-Imran 3.45

Nama ‘Isa’ adalah sebuah nama yang diberikan oleh Allah. Hanya ada satu orang lain yang dinamakan oleh Allah di dalam Al-Quran dan dia adalah Yahya, sepupu dari Isa. Bahkan dalam hal yang tampak sepele seperti ini, harmonisasi antar Al-Quran dan Injil benar-benar luar biasa. Menurut catatan Al-Quran dan Injil, diantara semua rasul dan nabi-nabi Allah, hanya ada dua orang yang dinamakan oleh Allah bahkan sebelum mereka ada dalam kandungan (Lukas 1:13, Lukas 1:31). Nama mereka telah ada di dalam pikiran Allah bahkan sebelum mereka ada! Continue Reading »

ISA, BAYI YANG BERBICARA

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh. Ali-Imran 3.46

Insiden di mana Isa berbicara selagi masih dalam buaian disebutkan sebanyak tiga kali di dalam Al-Quran dalam tiga kejadian berbeda. Seharusnya sudah cukup jelas di sini bahwa Isa mulai berbicara di usia di mana dia masih belum dapat berjalan, dan tidak disangka dapat berbicara. Hal ini merupakan suatu mukjizat yang sangat ajaib. Mengapa suatu mukjizat yang begitu ajaib tidak mendapatkan tempat di dalam Injil tetap merupakan sebuah misteri. Continue Reading »

ISA, KALIMAT ALLAH (II)

Yusuf Ali di dalam ulasannya mengenai Ali ‘Imran 3.39 berusaha untuk menekankan bahwa Isa adalah “sebuah Kalimat dari Allah” (a Word from God), dan bukan “Kalimat Allah” (the Word of God). Jikalau ia adalah sebuah Kalimat, apakah Kalimat itu? Jika kalimat itu terdiri dari satu kata tunggal (a word), mengapa tidak disebutkan saja apa kata itu? Continue Reading »

ISA, KALIMAT ALLAH (I)

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Ketika malaikat berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, nama-nya al-Masih ‘Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan; Ali-Imran 3.45

Ayat di atas sesungguhnya merupakan salah satu ayat yang paling menakjubkan di dalam Al-Quran. Kabar gembira yang dijanjikan kepada Maria adalah suatu Kalimat dari Allah. Dan ternyata Kalimat itu sebenarnya adalah seorang manusia dengan sebuah nama! Rasul Yohanes menyimpulkan Prolog-nya yang panjang dan menggegarkan itu dengan berkata, “Firman (atau Kalimat) itu telah menjadi manusia…” (Yohanes 1:14). Apa yang telah diuraikan dengan begitu dalam oleh Rasul Yohanes, dinyatakan dengan begitu sederhana di dalam Al-Quran. Continue Reading »

ISA, POKOK PERTENTANGAN

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan al-Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu, lalu kamu angkuh, maka beberapa orang kamu dustakan dan beberapa orang kamu bunuh? Al-Baqara 2.87

Kesombongan, saling mengata-ngatai, kekerasan, perkelahian, pembunuhan dan pertengkaran seolah-olah telah menjadi takdir yang menanti setiap utusan Allah bagi bangsa Israel,

2 Tawarikh 36:15-16 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya. 16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. Continue Reading »

Allah menggambarkan Isa secara demikian kepada umat Muslim melalui Muhammad sebanyak tiga kali dalam tiga konteks yang berbeda.  Kita telah melihat dua dari tiga ayat itu di artikel terdahulu (Kebesaran Isa, Putra Maryam).  Ayat berikut adalah yang terakhir:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ

Ketika Allah mengatakan, “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan di waktu Aku mengajar kamu hikmah, Taurat, dan Injil dan di waktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan izin-ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung dengan seizin-Ku. Dan waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur dengan seizin-Ku, dan di waktu Aku menghalangi Bani Israil di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, ‘Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata’. Al-Maeda 5.110

Di ayat ini, Allah sedang berbicara kepada Isa tentang nikmat-Nya atas dia. Dan satu nikmat yang ditonjolkan Allah adalah penguatan Ruhul Qudus. Ayat tersebut mengatakan dengan jelas kepada kita apa maknanya, yaitu diberikan kuasa untuk melakukan apa yang hanya bisa dilakukan oleh Allah. Sederhananya ini berarti berfungsi dengan kuasa Allah. Continue Reading »