Feeds:
Posts
Comments

BERKAT DARI TAAT AKAN ISA

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلأحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Ali-Imran 3.50

Hukum Taurat ditulis oleh jari Allah [Kel. 31:18, 34:1], dan merupakan kata-kata perjanjian antara Allah dan Israel. Dan Isa datang untuk mengubahnya! Dengan kata lain, Isa datang untuk membawa sebuah perjanjian baru dan bersama dengan itu sebuah Hukum yang baru , yang disebut dengan Hukum Kristus [1Kor. 9:21, Gal.6:2]. Bahkan, kitab Midrash sebelum Kekristenan, telah bernubuat kalau Allah akan memberikan kepada semua orang saleh sebuah Hukum baru melalui Mesias [Aleph-Bait diR. Akiba, BhM 3:27-29]. Continue Reading »

وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Ali-Imran 3.49

Dalam artikel ini, kita akan melihat pada hal menakjubkan lainnya mengenai Isa, yaitu: dia menyatakan pada bani Israel tentang apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah mereka. Namun apa tujuan dari pernyataan-pernyataan tersebut? Apa tujuannya bila mengetahui apakah seseorang itu makan bubur atau stik pada hari tertentu? Yang pasti tidak ada nabi yang pernah diberikan pengetahuan sedemikian ataupun berkeliling memberitahukan hal sekecil ini pada orang lain. Continue Reading »

وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; Ali-Imran 3.49

Hal lain yang paling menonjol dalam kehidupan Isa disamping pelayanan pengajarannya yang menakjubkan adalah banyaknya mukjizat yang ia lakukan, khususnya mukjizat penyembuhan.  Mukjizat-mukjizat Isa merupakan tanda-tanda, tanda-tanda yang memperlihatkan pemeteraian, pengesahan, atau bukti Allah bahwa pengajaran-Nya adalah benar. Mukjizat-mukjizat tersebut adalah bukti-bukti bahwa Isa diutus oleh Allah: Yohanes 3:2, “tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Continue Reading »

ISA, DIAJAR OLEH ALLAH

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. Ali-Imran 3.48

Ayat ini memberitahukan banyak hal kepada kita tentang Isa. Para malaikat memberitahu Maryam bahwa Allah sendiri akan secara langsung mengajarkan anak yang akan dikandungnya. Di dalam komunitas orang Yahudi, merupakan suatu keharusan bagi para ayah untuk mengajarkan anak mereka mengenai hal yang berhubungan dengan iman. Namun disini, Allah memberitahu Maryam kalau Dia-lah yang akan berfungsi seperti seorang ayah kepada Isa. Disini kita sudah dapat melihat indikasi dari sebuah hubungan ayah dan anak diantara Allah dan Isa.*

Continue Reading »

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka bersujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir. Al-Baqara 2.34

Kita akan melihat pada satu lagi peristiwa besar yang mendampingi penciptaan Adam, yaitu sujudnya para malaikat pada Adam atas perintah Allah. Peristiwa ini boleh dianggap sebagai salah satu peristiwa paling spektakuler di dalam sejarah alam semesta. Untuk menekankan akan pentingnya peristiwa ini, Al-Quran mengulang cerita ini sebanyak tujuh kali. Continue Reading »

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah”, maka Jadilah dia. Ali-Imran 3.59

Di dalam artikel ini, kita akan melihat pada satu keserupaan penting antara Adam dan Isa. Pertanyaannya adalah: Menurut Al-Quran, siapakah itu Adam?

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ/p>

Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”… Al-Baqara 2.30

Allah menciptakan Adam untuk menunjuk dia sebagai khalifah-Nya. Dengan kata lain, dia adalah wakil Allah di dunia ini. Dia ditunjuk sebagai penguasa bumi ini. Di dalam Al-Quran, Adam bukanlah seorang manusia biasa! Continue Reading »

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah”, maka Jadilah dia. Ali Imran 3.59

Artikel sebelumnya (ISA, SEBUAH CIPTAAN BARU) menunjukkan bahwa ayat yang disebutkan diatas tidak dimaksudkan untuk memperlihatkan kesamaan antara Adam dan Isa, juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Isa adalah seorang manusia biasa seperti kita. Justru kebalikannya, tujuannya adalah untuk menunjukkan keunikannya!

Untuk mengerti akan ayat ini, adalah bijak untuk memahami terlebih dahulu bahwa keserupaan tidaklah sama dengan kesamaan. Dua hal yang serupa belum tentu adalah hal yang sama! *

Continue Reading »