Feeds:
Posts
Comments

OLEH IBRAHIM ABDULLAH (dari Isa a.s. dalam Al-Qur’an)

5:47 Hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah mereka itulah orang fasik.

Kata “diturunkan” muncul dua kali dalam pernyataan yang pendek ini, dan keduanya mengacu kepada Injil sebagai sesuatu yang diturunkan Allah. Kata “diturunkan” juga dipakai sehubungan dengan Taurat di QS 5:44. Tidak menaati apa yang diturunkan Allah adalah suatu kefasikan.

Tapi sekarang kita mempunyai masalah serius, karena menurut banyak sarjana teks yang ada sekarang yang disebut orang Kristen sebagai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah palsu dan teks yang asli kebanyakannya sudah hilang. Jika demikian, bagaimana mereka dapat “memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah”?

Continue Reading »

Advertisements

OLEH IBRAHIM ABDULLAH (dari buku Isa a.s. dalam Al-Qur’an)

Tuduhan bahwa para pengikut Isa telah memalsukan atau mengubah Injil adalah tuduhan yang amat serius, dan jika bukti tidak dapat disediakan untuk menyokong tuduhan ini, maka itu dapat disebut dosa fitnah. Tuduhan ini sama seriusnya seperti seseorang membuat tuduhan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah saw telah memalsukan pesan Al-Qur’an, yang memang pernah dibuat.

Injil disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 12 kali; dan tidak sekali pun disebut bahwa Injil telah diubah atau dipalsukan. Oleh karena itu, siapa saja yang mendakwa bahwa Injil telah diubah sebenarnya sedang mengubah atau memalsukan Al-Qur’an, dan itu tentu saja dosa yang layak dijatuhkan hukuman neraka (lihat QS 41:40 dyb). Demikian pula tidak disebut di mana pun dalam hadits-hadits yang paling awal bahwa Injil telah dipalsukan. Oleh karena itu, siapa saja yang bertanggungjawab menyebarkan kepalsuan semacam ini tentu saja harus mempertanggung jawabkan dirinya kepada Allah.

Continue Reading »

BUKU REKOMENDASI:ISA DALAM AL-QUR’AN

Dialog dan perdebatan antara Islam dan Kekristenan seringkali berpusat pada Isa a.s. Namun, meskipun banyak dialog dan perdebatan telah berlangsung di masa lalu, dan masih berlangsung sampai sekarang, umat Muslim dan Kristen tetap berselisih tentang siapa Isa a.s. itu. Perjalanan waktu dan sejarah tidak berkutik mempersempit kesenjangan, tetapi sebaliknya, telah memperlebarnya sehingga kita ditinggalkan bertanya-tanya apakah masih ada dasar untuk dialog selanjutnya. Mengingat kepercayaan adalah dasar bagi setiap tindakan kita, ini berarti umat Muslim dan Kristen sudah ditakdirkan untuk terus menerus saling bertentangan, sebagaimana peristiwa-peristiwa di warta berita mengingatkan kita setiap hari.

Continue Reading »

Saya merekomendasikan buku yang dapat dibaca secara gratis online ini, yang membahas ajaran Trinitas dalam Alkitab: www.theonlytruegod.org/id

ISA, ANAK ALLAH?

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا

لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا

أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا

وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا

Dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah mengambil anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh karena mereka mendakwa Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak. Maryam 19.88-92

Al-Quran mengutuk dengan istilah paling keras gagasan bahwa Allah memperanakkan seorang anak. Dan kutuk itu menggema di seluruh Al-Quran. Selain dari ayat yang telah disebutkan diatas, kita dapat melihat ayat-ayat serupa di: Al-Baqara 2.116, An-Nisa 4.171, Al-Anaam 6.101, Yunus 10.68, Al-Isra 17:111, Al-Kahf 18.4, Maryam 19.35, Al-Anbiya 21.26, Al-Mumenoon 23.91, Al-Furqan 25.2, Az-Zumar 39.4, Az-Zukhruf 43.81, Al-Jinn 72.3, Al-Ikhlas 112.3.

Namun siapapun yang membaca Alkitab akan segera melihat bahwa Allah memperanakkan seorang anak, yang merupakan salah satu pesan terpenting di dalam Injil. Bahkan, Dia bukan hanya memiliki seorang anak, Dia juga memiliki banyak anak laki-laki dan perempuan! Memanggil Allah ”Abba Bapa” sepertinya merupakan cara yang paling disenangi Isa untuk memanggil Allah, dan Isa mengajarkan kepada kita semua untuk memanggil-Nya dengan cara yang sama.

Continue Reading »

APAKAH ISA WAFAT?

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Dan karena perkataan mereka: “Kami telah membunuh Isa Almasih putra Maryam, Utusan Allah”-padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi demikianlah ditampakkan kepada mereka. Dan mereka yang berselisih pendapat selalu dalam keraguan mengenai itu, tanpa didasari suatu pengetahuan selain dengan perkiraan saja, dan yang mereka bunuh tidak meyakinkan. Tetapi Allah telah mengangkatnya ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.  An-Nisa 4.157-158

Ayat tunggal inilah yang paling sering digunakan bagi menyangkal kematian dan penyaliban Isa. Jika ayat ini memang menyangkal kematian dan penyaliban Isa, maka memang benar bahwa ada sebuah perbedaan yang tidak bisa diselaraskan di antara Injil dan Qur’an. Kalau begitu, satu daripadanya adalah benar dan yang satu lagi itu palsu, dan apa yang palsu itu tidak mungkin merupakan Firman Allah karena tidak mungkin bagi Allah untuk berbohong atau berdusta. Sayangnya, tafsiran Islami tradisional telah menjadikan Allah sebagai pengarang kebohongan. Dan dengan menafsirkan ayat ini seperti ini, bukan saja Al-Qur’an bertolak belakang dengan Injil, tetapi juga Al-Qur’an dengan Al-Qur’an sendiri. Al-Qur’an sendiri menyatakan berulang kali bahwa Isa wafat. Continue Reading »

JALAN YANG LURUS

إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Sesungguhnya  Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. Ali-Imran 3.5

Pernyataan Isa ini diulang dua kali lagi di dalam Maryam 19.36 dan Az-Zukhruf 43.64. Isa berulangkali menjelaskan kepada kita apa itu jalan yang lurus.

Paralelnya dalam Perjanjian Baru dapat ditemukan di dalam kitab Yohanes 20:27,

Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.”

Continue Reading »