إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-ku dan Tuhan-mu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. Ali-Imran 3.5
Pernyataan Isa ini diulang dua kali lagi di dalam Maryam 19.36 dan Az-Zukhruf 43.64. Isa berulangkali menjelaskan kepada kita apa itu jalan yang lurus.
Paralelnya dalam Perjanjian Baru dapat ditemukan di dalam kitab Yohanes 20:27,
Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.”
Sangatlah penting untuk memperhatikan bahwa Allah adalah Tuhan dan Allah dari Isa. Disinilah kebanyakan dari orang Kristen telah tersesat ketika mereka bersikeras pada doktrin Tritunggal. Jika Allah adalah Allah dari Isa, maka Isa pasti bukanlah Allah, karena hal itu menjadikan ada dua Allah, satu terlalu banyak! Hanya ada satu Allah, dan orang yang menerima yang lain sebagai Allah bukanlah Allah itu sendiri, kecuali jika kita berbicara mengenai politeisme. Agama Ibrahim menerima hanya penyembahan kepada satu Allah.
Rasul Paulus, yang sering dituduh mengajarkan ajaran Tritunggal, juga mengatakan hal yang sama dalam suratnya:
Roma 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuan kita, Yesus Kristus..
Efesus 1:17 dan meminta kepada Allah Tuan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu…
Rasul Paulus menggunakan kata “Allah” sekitar 537 kali di dalam semua suratnya, dan setiap kemunculannya menunjuk kepada Allah, yaitu Bapa dari Yesus Kristus. Tidak satu kalipun digunakan untuk Yesus. Menghubungkan doktrin Tritunggal dengan rasul Paulus merupakan suatu kekeliruan yang amat besar.
Jadi jalan yang lurus menurut Isa, adalah sebuah gaya hidup yang menyembah dan melayani Allah. Apa yang telah ditinggalkan Isa, adalah sebuah contoh sempurna dari seorang manusia yang telah berjalan di jalan yang lurus. Dan jalan yang lurus ini adalah jalan yang Allah rindukan untuk kita semua umat manusia jalani.
Tidak mengejutkan kalau kemudian kita menemukan bahwa pusat dari ajaran Isa di dalam Perjanjian Baru adalah penyembahan kepada Allah. Dengarlah perkataan Isa di dalam kitab Markus 12:29:
Markus 12:28-30 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepadanya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” 29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Perkataan Isa ini adalah perkataan yang paling penting di dalam kosakata umat manusia. Perintah ini adalah perintah Allah yang terutama. Perintah ini adalah satu-satunya tujuan dari keberadaan kita (Adh-Dhariyat 51.56). Perkataan itu harus meresap ke dalam jiwa kita dan diragakan melalui tubuh kita, sama seperti not musik yang dimainkan melalui sebuah instrumen. Sama seperti musik yang menyentuh hati kita dan membuat kita ingin menari, melaluinya, kita menyentuh hati Allah dan menggerakkan Dia untuk bertindak. Di atas semuanya, kita menemukan kalau kita tidak sendirian di dalam perjalanan hidup melalui jalan yang lurus ini.
ehmm.. komen pertama ya…..
Satu pengupasan yang sangat bagus dari Injil. Ternyata injil tanpa kompromi juga mengajarkan bahwa Allah itu Esa (satu).
@bintikdebu, saya copas semua untuk bahan riset, dan udah saya tambahkan link renunganisa di blogroll saya
i really like this blog, kita memasuki zaman al zalzalah, ketika (manusia) bumi telah mengeluarkan kandungan ilmunya yang berat, karena allah telah memberi petunjuk dan menolong orang-orang yang berserah diri
@qarrobin, thank u for your many kind words. Saya menemukan seorang saudara yang langka!!! Dukungan Anda mendorong saya untuk menulis lebih banyak dan lebih cepat lagi…
Sabar menunggu artikel selanjutnya okay?
untuk mas Insan..
tepat sekali, kekeliruan informasi sering membutakan kita….
tidak ada satu imanpun yang diajarkan bahwa Kristen menyembah 3 allah…
untuk penulis,
saudara saya qarobin merefer blog Anda ini, atas pertanyaan saya di blog saudara muslim yang lain…
pertanyaan saya adalah:
(ini berdiskusi mengenai Al Quran)
1. Kuatan mana oral apa tertulis
2. Quran pertama sekali apakah tertulis atau oral?
terimakasih…
parhobass/hakadosh.wordpress
@parhobass, meskipun kekristenan Tritunggal mati-matian menggolongkan diri sebagai kaum monoteis, namun Yudaisme dan Islam tidak dapat menerima konsep Tritunggal sebagai monoteisme. Menurut mereka Trinitarianisme adalah politeisme berkulitkan monoteisme.
Saya kurang mengerti maksud pertanyaan anda: kuatan mana oral atau tertulis? Kuatan mana tergantung siapa yang berbicara dan siapa yang menulis. Menurut saya, oral atau tertulis tidak dapat dibandingkan kekuatannya. Setahu saya, semua kitab suci dimulai dari tradisi oral, yang kemudiannya pada titik tertentu dikitabkan.
Untuk pertanyaan anda yang kedua, saya merujuk anda kepada The History of The Quranic Text oleh Prof. Dr. M.M. Al-A’zami. Mungkin bisa juga merujuk pada buku karya Karen Armstrong, “The Bible”.
@bintikdebu,
mari berdiskusi tentang tritunggal belakangan (atau coba Anda buat judulnya), atau Anda sudi berdiskusi di blog saya, karena di situ sudah ada….
Quran yang sekarang diterima oleh manusia pertama (nabi M), sebagian adalah oral dan karena yang orang dituliskan kemudian maka ada beberapa ‘masalah’ ketika pengumpulan terjadi. Uthman paling tidak telah menyeleksi oral dan tulisan.
Nah manusia pertama tadi tentu menerima dari Jibril, dan seterusnya Jibril dari allahnya.
Dengan dalil yang umum sekarang, bahwa Quran yang asli hanya satu,… pertanyaan timbul… yang mana?
kalau yang tertulis yang terkuat maka apa yang diterima secara oral menjadi lemah (tidak asli), atau sebaliknya kalau oral terkuat, maka tidak ada Quran tertulis yang asli.
Kalau sama-sama kuat, maka kita harus mengamini bahwa sudah ada dari awal secara bersama-sama yang tertulis maupun yang diucapkan, yang langsung membawa kita kekesimpulan bahwa Quran yang ada sekarang bukan yang asli.
@parhobass, blog is lahir dari kejenuhan yang luar biasa mendengar/membaca perdebatan Kristen-Islam yang saling mencela kitab masing-masing. Saya baru-baru ini terima komentar dari pihak Islam yang mendaftarkan kesalahan-kesalahan Alkitab. Saya tidak approve karena terlalu panjang. Mengapa mencari-cari perbedaan dan membesar-besarkannya padahal Islam-Kristen memiliki jauh lebih banyak persamaan? Mengapa tidak menegaskan persamaan yang ada? Bagi saya pribadi yang mengimani kedua Alkitab dan Al-Quran sebagai Firman Allah, saya melihat kedua kitab ini saling melengkapi.
@bintikdebu,
baiklah terimakasih atas jawaban Anda.
Saya bertanya perihal ini di blog muslim yang lain,nah salah satu pengkomentar merefer ke blog Anda,
saya harus mencari jawaban ke tempat lain tentunya
…
Pseuodo-tolerance:
ada 2 benar
karena tidak berani mengambil satu benar, akhirnya menerima dua-duanya benar.
semoga Anda bukan sedang ber-Fallacy.
Ok, Tuhan Yesus memberkati
@sangkebenaran, saya tidak berkenan meng-”approve” komentar-komentar yang menghina agama apapun.
Ya!
Jangan lah malah menyama-nyamakan isi tempurung kepala. Sing penting adalah “what next” dari apa yg kita telah tau. Dan, gimana pun, Tuhan itu menghendaki kita menjadi orang baik!
Salam an!
Kalimat dalam kitab Ulangan pasal xxxiii ayat 2 berbunyi sbb: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”
@Yahudi : Tuhan datang dari Sinai
@Kristen : Tuhan terbit dari Seir
@Islam : Tuhan bersinar dari Pegunungan Paran
ayat ini menyatakan bahwa agama Allah akan bersinar seperti matahari, bukan berarti Allah adalah matahari
jika Kristen menerima bahwa ‘Isa adalah salah satu pribadi Allah, maka konsekuensinya Kristen juga harus menerima bahwa Muhammad adalah salah satu pribadi Allah, yakni Ruwh Kebenaran dari Paran(Mekkah).
Ayat diatas adalah ayat mutasyabihat, kita tidak bisa langsung mengartikan bahwa ‘Isa adalah Tuhan.
‘Isa adalah salah satu Ruwh (Rasul Allah) yang membawa kebenaran dari Allah
Salam salam(56,26)
@qarrobin
Terlalu banyak nama atau istilah atau sebutan bagi Isa. Dan Isa itu lah kurasa yg menjadi titik temu sekali gus titik pisah ke tiga Agama Samawi itu.
Jadi, masing-masing kita boleh-boleh saja mengambil sesuatu dari titik itu. Boleh-boleh saja tidak menyebut Dia Tuhan, karna sebutan Tuhan itu pun kepadai-Nya bukan lah suatu jaminan keselamatan bagi yg menyebutnya. Dgn percaya kepada pekerjaan-pekerjaanNya saja kurasa sudah cukup lumayan membawa kita ke arah damai itu.
Salam Damai!
Wah!
Ketat sekali moderasinya, euy!
maaf, moderasinya tidak ketat, cuma saya log-in hanya sekali dalam sehari. sekali seharipun kadang tak sempat. tapi harus saya moderate, soalnya ada komentar-komentar yang memancing emosi terutamanya yang menghina keyakinan orang lain.
to parhobas ….
keaslian Al qur’an dapat dicek sendiri oleh siapapun yang bisa membaca tulisan arab … karena penulisan setiap hurufnya memakai sistim interlock angka 19 …
@XucinXgaronX
semoga Anda tidak sedang membual di hadapan saya…
to parhobas …
cek sendiri search pakai google juga bisa …
to parhobas n xucinxgaronx janganlah jadi teman2 setan kembalilah ke hamba Alloh …marilah belajar bersama mencari kebenaran ….maaf buat berdua …..salam bahagia dan salam damai