وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلأحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Ali-Imran 3.50
Hukum Taurat ditulis oleh jari Allah [Kel. 31:18, 34:1], dan merupakan kata-kata perjanjian antara Allah dan Israel. Dan Isa datang untuk mengubahnya! Dengan kata lain, Isa datang untuk membawa sebuah perjanjian baru dan bersama dengan itu sebuah Hukum yang baru , yang disebut dengan Hukum Kristus [1Kor. 9:21, Gal.6:2]. Bahkan, kitab Midrash sebelum Kekristenan, telah bernubuat kalau Allah akan memberikan kepada semua orang saleh sebuah Hukum baru melalui Mesias [Aleph-Bait diR. Akiba, BhM 3:27-29].
Untuk alasan inilah Isa tidak berkata, “bertakwalah kepada Allah, dan taatlah kepada Dia”, tapi “bertakwalah kepada akan Allah, dan taatlah padaku.” Hal ini sungguh sangat menakjubkan. Perkataan Isa merupakan ekspresi dari kehendak Allah. Allah berbicara melalui Isa disepanjang pelayanannya. Isa sendiri berulang kali berkata, “perkataan yang kau dengar bukanlah berasal daripadaku, melainkan berasal dari Bapa yang mengutusku.” Jadi dengan menaati Isa berarti menaati Allah.
Ketaatan kepada Isa adalah salah satu pesan terpenting dari injil. Ketaatan adalah salah satu komponen iman yang paling vital. Tanpa ketaatan, iman menjadi tidak berarti dan mati. Ujian dari iman yang sejati adalah ketaatan. Singkat kata, keselamatan ditawarkan kepada semua yang menaati Isa, dan bukan hanya kepada mereka yang percaya padanya, jika kepercayaan itu tidak mencakup ketaatan.
Ibrani 5:9, dan sesudah ia (Isa) mencapai kesempurnaannya, ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadanya,
Pertama-tama, perhatikan bahwa hanya mereka yang taat yang akan diselamatkan. Kedua, mereka haruslah menaati Isa. Namun untuk menaati Isa, kita perlu tahu apa yang dia ajarkan. Dan apa yang Isa ajarkan tidak dapat ditemui dimanapun selain di dalam Injil seperti yang ditegaskan di dalam Al-Quran:
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الإنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
Dan kami iringkan jejak mereka dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil, sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat, dan menjadi petunjuk serta pelajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Al-Maidah 5.46
Injil berisi petunjuk, cahaya, dan pelajaran kepada mereka yang bertakwa kepada Allah. Jadi tidaklah masuk akal untuk mengatakan kalau Injil sesat atau terkorupsi. Tapi ini bukan untuk menyangkal kalau ajaran Isa dapat (sebagaimana begitu sering terjadi) diputar balikkan, atau disalah tafsirkan dan disalah pahami.
Untuk mengatakan kalau Kitab Injil tertulis sebagai sebuah ajaran palsu berarti menyangkal sekaligus menolak kesaksian Al-Quran mengenai Injil.
Ada banyak ayat-ayat di dalam Injil yang berbicara tentang berkat dari menaati Isa. Namun ada satu ayat yang paling menonjol dan sangat mengejutkan karena adanya janji-janji luar biasa yang Isa buat di dalamnya.
Yohanes 14:21-24, Barangsiapa memegang perintahku dan melakukannya, dialah yang mengasihi aku. Dan barangsiapa mengasihi aku, ia akan dikasihi oleh Bapaku dan akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriku kepadanya.” 22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepadanya: “Tuan, apakah sebabnya maka engkau hendak menyatakan dirimu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” 23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi aku, ia akan menuruti firmanku dan Bapaku akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 24 Barangsiapa tidak mengasihi aku, ia tidak menuruti firmanku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari padaku, melainkan dari Bapa yang mengutus aku.
Bukankah hal ini sangat indah? Disini Isa menjanjikan tiga berkat: Pertama, Allah dan Isa akan mengasihi kita. Kedua, Isa akan menyatakan dirinya kepada kita. Ketiga, Allah sendiri dan Isa akan datang dan tinggal bersama-sama dengan kita.
Dengan kata lain, Isa menjanjikan kehadiran dan persekutuan Allah dalam hidup kita jika kita taat padanya. Ketiga janji tersebut dapat benar-benar kita alami. Disini Isa secara terbuka menantang kita untuk menguji kebenaran dari kata-katanya. Jika kita sungguh-sungguh taat padanya, dan tidak satu pun dari janji-janji itu terwujud, maka wajarlah kalau kita menyimpulkan bahwa dia seorang penipu.
Jadi inilah sebuah tantangan terbuka bagi kita semua yang ingin mengalami kedekatan dengan Allah dalam hidup kita.
Apakah ada hal lain yang lebih penting atau lebih indah selain untuk mengalami kedekatan Allah dalam hidup ini? Cari tahu apa yang Isa perintahkan dan lakukanlah itu, dan Allah akan ada bersama-sama dengan kita!
@ admin
boleh saya tahu agama anda apa …?
@boni, agama saya agama Ibrahim, yaitu agama yang dianuti Isa al-Masih dan Nabi Muhammad. Saya penyembah satu-satunya Allah yang esa, yang disembah Ibrahim, para nabi, Isa al-Masih dan Nabi Muhammad. Bisa dibilang Islam, bisa juga dibilang Kristen menurut sabda Allah, tapi menurut “label” agama hari ini, saya tidak akan diakui oleh keduanya! 1400 tahun dulu, tidak ada pemisahan seperti hari ini.
to admin …
menurut anda Yesus dengan Isa itu orang yang sama atau tidak ???
Ya, sama.
RALAT
Yesus mati disalib sedangkan Isa tidak mati disalib …
kalau orangnya sama …. kok beda akhir ceritanya …
Silakan merujuk kepada article yang terakhir, Article 17: Apakah Isa wafat?
seharusnya anda cantumkan terjemahan ini … di artikel 17 anda …
terjemahan Surat 4:157. dan karena UCAPAN MEREKA: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]“, PADAHAL mereka TIDAK MEMBUNUHNYA dan TIDAK (PULA) MENYALIBNYA, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
bentuk kalimat penyanggahan pembunuhan Isa di Al Qur’an adalah semacam kalimat superlative, disertai penjelasan bahwa yang dibunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa …
alangkah baiknya bila blog ini anda buat totally free posting… kalau anda yakin bahwa yang anda tulis adalah kebenaran … bukankah tidak perlu memakai model moderasi moderasian seperti halnya situs blog pecundang …
@XucinXgaronX
Saya akan selalu ‘approve’ semua kritik yang diarahkan ke saya. Tapi saya harus memoderasi komentar-komentar yang menghina agama orang lain dengan cara yang vulgar, dan memprovokasi.
saya setuju dgn bintik debu ……. aku tanya kpd bintik debu ; bagai mana cara anda beribadah ? bagaimana yakin ibadah anda sampai pada ALLAH anda ? maaf bila menyinggung….
Dalam berbagai ayat dalam Al Qur an, Allah menyatakan bahwa mereka yang memiliki keyakinan kepada trinitas adalah termasuk orang orang kafir .