وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka bersujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir. Al-Baqara 2.34
Kita akan melihat pada satu lagi peristiwa besar yang mendampingi penciptaan Adam, yaitu sujudnya para malaikat pada Adam atas perintah Allah. Peristiwa ini boleh dianggap sebagai salah satu peristiwa paling spektakuler di dalam sejarah alam semesta. Untuk menekankan akan pentingnya peristiwa ini, Al-Quran mengulang cerita ini sebanyak tujuh kali.
Diantara semua tindakan Allah, penciptaan Adam pasti merupakan yang paling kontroversial dan membingungkan bagi para malaikat. Para malaikat berusaha untuk memprotes secara halus ketika Allah lebih memilih Adam untuk menjadi khalifah bumi dibandingkan mereka. Bagi para malaikat, Adam tidak hanya lebih rendah dilihat dari segi pembentukan fisiknya, tetapi juga kasar, keras dan tidak bertanggung jawab dari segi karakternya. Namun disayangkan, sejarah dunia telah menunjukkan bahwa pendapat mereka benar! Untuk menambahkan coretan pada noda ini, para malaikat diminta untuk melakukan satu hal yang tidak seharusnya mereka lakukan, yaitu bersujud pada seseorang selain daripada Allah! Mereka diperintahkan untuk tersungkur di hadapan Adam, yang di dalam segala hal lebih rendah daripada mereka.
Sepertinya tidaklah sulit sama sekali untuk memahami Iblis karena kebanyakan pria dan wanita dari segala paham kepercayaan juga memiliki sikap yang sama – yaitu, ketidakrelaan untuk sujud pada siapapun yang dianggap lebih rendah dari dirinya.
Dari tujuh kemunculannya, setidaknya dua [Al-Hijr 15.28-30, Shad 38.71-73] memperlihatkan bahwa Adam belum diciptakan sewaktu para malaikat sujud padanya.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ
فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ
Dan ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama yang sujud itu. Al-Hijr 15.28-30
Dengan kata lain, para malaikat sujud di hadapan Adam yang saat itu hanya ada di dalam pikiran Allah! Mereka sujud pada ide tentang Adam yang diekspresikan di dalam kehendak Allah.
Implikasi dari kebenaran ini sangatlah jauh. Jika kita mengatakan bahwa misal Isa adalah seperti Adam, hal ini berarti ide bersujud kepada seorang manusia tidak hanya terbatas pada Adam pertama, tetapi juga Adam terakhir. Para malaikat diminta untuk tunduk dan sujud pada Adam dan Isa bahkan sebelum mereka ada!
Jika Allah mengharuskan para malaikat untuk bersujud pada Adam, terlebih lagi Allah akan menuntut supaya hal itu dilakukan pada Isa, yang dalam segala hal lebih besar dari Adam!
Filipi 2:9-11 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan dia dan mengaruniakan kepadanya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Iblis enggan sujud pada Adam meskipun diperintah Allah. Akankah engkau melakukan kesalahan yang sama? Di dalam nama Isa, akankah engkau bertekuk lutut atau akankah engkau berdiri bersama dengan Iblis? Jika kita tidak rela untuk berlutut dan mengakui Isa sebagai Tuan saat ini, suatu hari nanti kita akan melakukannya. Jika kita bersikeras untuk tunduk dan sujud hanya kepada Allah di jaman ini, kita akan berlutut pada Isa, yang adalah seorang manusia di jaman yang akan datang!
Ini adalah kehendak Allah seperti yang telah dituliskan di dalam Injil dan Al-Quran!
@renunganisa, nanya nih
‘iisaa kan menghormati sabbat, sedangkan al jumu’ah 062,009 menceritakan shalat pada hari jumat, yang bener sabbat atau jum’at untuk dihormati, dirayakan dengan shalat berjama’ah? mohon pencerahannya
@qarrobin
Aku juga pernah nanya, lupa entah di mana, “Apakah solat boleh di kensel demi kemanusiaan?” Banyak orang nggak bisa atau nggak mau jawab secara tegas, malah balik bertanya ingin ketegasan, “Kemanusiaan itu yg seperti apa?” Padahal aku hanya mau mereka-reka saja apakah benar agama itu utk Allah. Atau, apa kah agama itu harus berada di atas kemanusiaan?
Salam Damai!
Satu satunya doa yang diajarkan langsung oleh Yesus Kristus adalah doa Bapa Kami dan satu petikan yang memuat harapan Yesus adalah,” jadilah kehendakMu di Bumi seperti di Surga .