إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya misal Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah”, maka Jadilah dia. Ali Imran 3.59
Artikel sebelumnya (ISA, SEBUAH CIPTAAN BARU) menunjukkan bahwa ayat yang disebutkan diatas tidak dimaksudkan untuk memperlihatkan kesamaan antara Adam dan Isa, juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Isa adalah seorang manusia biasa seperti kita. Justru kebalikannya, tujuannya adalah untuk menunjukkan keunikannya!
Untuk mengerti akan ayat ini, adalah bijak untuk memahami terlebih dahulu bahwa keserupaan tidaklah sama dengan kesamaan. Dua hal yang serupa belum tentu adalah hal yang sama! *
Jika pada hari ini, Allah tiba-tiba berkata, “Jadilah” dan sebuah pohon ada melalui cara supernatural, meskipun kenyataannya ia adalah sebuah pohon dan terlihat persis seperti sebuah pohon, tidaklah berarti bahwa pohon itu sama persis dengan pohon-pohon yang lain. Pasti ada sebuah tujuan unik mengapa ia diciptakan secara terpisah yang tidak dapat digantikan oleh pohon-pohon ciptaan lainnya.
Dengan cara yang sama pula, Isa diciptakan secara terpisah oleh Allah untuk memenuhi rencana special-Nya yang tidak dapat digantikan oleh anak Adam lainnya. Dilihat dari sudut pandang demikian, ayat ini dimaksudkan untuk menjadi klimaks, bukan anti-klimaks, dari konteksnya. Konteks dari ayat 45-58 adalah keunikan Isa. Untuk mengartikan ayat 59 dengan pengertian tradisional Muslim akan membuat konteksnya menjadi sangat tidak berarti karena tidak ada satupun keturunan Adam yang pernah dapat melakukan hal-hal yang bahkan mendekati apa yang telah dipaparkan disini.
Alkitab mengungkapkan hal yang sama dengan sebutan-sebutan “Adam yang akhir”, atau “manusia kedua”. Sebutan-sebutan itu menunjukkan bahwa baik Adam dan Isa adalah serupa, namun juga berbeda sama sekali! Serupa dalam arti keduanya adalah ciptaan Allah dan keduanya adalah manusia. Namun mereka juga sama sekali berbeda dalam hal tujuan dan fungsi di dalam rencana Allah. Disamping itu, baik Al-Quran maupun Alkitab sama-sama menekankan bahwa manusia kedua jauh lebih besar dari manusia pertama! Semua bukti-bukti menunjukkan semua yang disoroti adalah perbedaannya dan bukan keserupaannya.
1 Korintus 15:21-22 Sebab kematian masuk ke dalam dunia dengan perantaraan satu orang, begitu juga hidup kembali dari kematian diberikan kepada manusia dengan perantaraan satu orang pula. 22 Sebagaimana seluruh manusia mati karena tergolong satu dengan Adam, begitu juga semua akan dihidupkan, karena tergolong satu dengan Kristus. (BIS)
1 Korintus 15: 45-50 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi mahluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. 47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga 48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
Seperti Adam, kita semua akan mati, kita semua bersifat jasmani dan memakai rupa dari yang alamiah. Kita hanyalah daging dan daging sahaja sehingga tidak dapat mewariskan kerajaan Allah. Namun titik baliknya ada pada Adam yang akhir. Isa di dalam rencana Allah merupakan dasar dari kebangkitan kita, kehidupan rohani kita, rupa sorgawi kita dan harapan kita untuk mewarisi kerajaan Allah.
*Catatan: Analisa singkat atas penciptaan Adam dan Isa di dalam Al-Quran akan menunjukkan perbedaan-perbedaan mendasar. Al-Quran secara detail membahas tentang penciptaan Adam, umat manusia secara umum dan Isa secara detail. Perbedaannya terletak pada:
- Isa tidak diciptakan dari debu tanah atau tanah liat seperti Adam [Ali-Imran 3.59]
- Isa tidak dikandung dari sperma manusia [As-Sajdah 32.7-8, Fathir 35.11]
- Adam dibentuk dari tanah liat, lalu Allah menghembuskan napas-Nya kepadanya [Al-Hijr 15.29], tetapi Isa adalah napas Allah, atau Roh Allah dihembuskan secara langsung ke dalam rahim Maria [Al-Anbiya 21.91, At-Tahrim 66.12]
Perbedaan-perbedaan inilah yang secara jelas terefleksi di dalam ayat-ayat Alkitab yang disebutkan diatas dimana:
- Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga
- Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
makasi bermanfaat sekali buat saya
Satu ayat yang ini saja anda sudah salah tafsir..
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.”
Maksud dari ayat tersebut bukanlah persamaan Adam dengan Isa, yang mana Adam pertama dan Isa yang terakhir.. Kemana Rasulullah Muhammad SAW.?
ini justru jawaban bagi mereka yang menganggap Isa itu Anak Allah karena tidak punya bapak..
Tafsir ayat di atas ialah:
“Sejumlah orang telah menyimpang tentang ihwal ‘Isâ itu. Mereka, misalnya, menganggapnya sebagai anak Allah karena dilahirkan tanpa bapak. Kepada mereka, Allah berfirman, “Ihwal penciptaan ‘Isâ tanpa bapak sama dengan ihwal penciptaan Adam tanpa bapak dan ibu. Allah membentuk Adam dan menghendakinya hidup, maka jadilah Adam sebagai manusia sempurna.”
Ya ampun… ngak berani saya menafsir seperti itu, menambah-nambah kata yang tidak ada di situ pada ayat-ayat Al-Qur’an!